RSUD Ibnu Sina Kab. Gresik merupakan rumah sakit rujukan regional dibawah kepemilikan Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik yang terus berupaya meningkatkan kualitas jasa pelayanan medis. Selain itu RSUD Ibnu Sina juga terus meningkatkan managemen pengelolaan lingkungan untuk menciptakan kualitas lingkungan yang bersih dan sehat. Salah satu upaya peningkatan pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan RSUD Ibnu Sina adalah pembentukan Bank Sampah dan Pengolahan Limbah B3 non infeksius menjadi limbah non B3 dengan tujuan utama untuk mengurangi jumlah timbulan sampah di RSUD Ibnu Sina Kab. Gresik serta ikut berpartisipasi dalam Program Indonesia Bebas Sampah tahun 2020.

Mengacu pada PermenLH No. 13 Tahun 2012 tentang pelaksanaan Reduce, Reuse dan Recycle Melalui Bank Sampah, jenis sampah yang dikelola di bank sampah RSUD Ibnu Sina Kab. Gresik adalah sampah yang memiliki nilai jual seperti karton, botol minuman, kertas, koran dan majalah. Sampah yang disetor dipilah terlebih dahulu berdasarkan jenisnya kemudian ditimbang dan dicatat dalam buku tabungan sampah yang dimiliki oleh nasabah. Bank sampah RSUD Ibnu Sina Kab. Gresik beroperasi setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu Pukul 11.00 – 13.00 WIB.

Tidak hanya itu, RSUD Ibnu Sina Kab. Gresik juga mengolah limbah B3 non infeksius menjadi limbah non B3 berdasarkan Permen LHK No. 56 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Dalam pengolahannya RSUD Ibnu Sina Kab. Gresik bekerja sama dengan pihak ke tiga yang meliputi peminjaman alat pencacah, bak pencuci dan bak desinfeksi serta pengolahan lanjutan limbah non B3 yang telah diolah.

Jenis limbah B3 non infeksius yang diolah adalah jurigen bekas cairan hemodialisis, botol infus bekas yang tidak terkontaminasi cairan tubuh serta kemasan bekas B3 yang meliputi botol bekas handrub dan sabun cuci tangan. Terdapat beberapa proses dalam pengolahanya yaitu pengosongan, pencacahan, pencucian, dan desinfeksi. Hasil olahan yang berupa cacahan kemudian dikemas dan diserahkan ke pihak ke tiga untuk dilakukan pengolahan lebih lanjut menjadi produk non food-grade.

Manfaat lain dari adanya Bank Sampah dan Pengolahan Limbah B3 menjadi Limbah Non B3 adalah memberikan keuntungan ekonomi bagi nasabah dan pihak rumah sakit. Sampah yang biasanya dibuang di TPS (tempat penyimpanan sementara) dan dibakar di incinerator kini dapat diubah menjadi barang bernilai ekonomis namun tetap ramah lingkungan dengan pengolahan yang tepat. Upaya peningkatan kulitas pengelolaan lingkungan membuat RSUD Ibnu Sina Kab Gresik mendapatkan Juara 2 kompetisi Gresik BISA (Bersih, Indah, sehat dan Asri) kategori perkantoran yang diadakan Pemerintah Kabupaten Gresik. (IPL & Pemasaran)

Admin, 2018-08-09 | Posted in